Tentang produk

Jenis – jenis Sablon

Dalam menyablon kaos ada beberapa teknik yang digunakan tergantung dari jenis bahan kaos. Berikut beberapa teknik yang dapat anda terapkan di kaos pesanan anda : 

Rubber; Tehnik sablon yang pertama ini paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun  terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain kaos. Untuk sablon diatas dasar kain kaos yg melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.

Pigmen; Pada tehnik sablon ini, cat yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg  menyerap ke dalam kain.

Plastisol; Cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil  dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit. Sayangnya butuh invest yg banyak bila menggunakan cat  ini karena untuk mengeringkannya dibutuhkan sinar infra merah.

Glow in the dark; Cat yg menyala saat kaos berada ditempat gelap. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.

Reflektif; Cat yang akan menyala jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya. Dari 3M.

Discharge; Cat dengan kemampuan menipiskan/ menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan  warna baru sesuai dengan kebutuhan.

Flocking ; Cat denganbentuk jadi seperti beludru.

Foam atau cattimbul ; Di dunia garment international biasa disebut dengan puff print. Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda.


OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sablon2    Sablon3  Sablon4  Sablon5  Sablon6

Sablon7

 


KARAKTERISTIK KAIN KAOS BERDASARKAN JENISNYA

 Kain Katun

Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE. Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar dan akan menjadi abu.

Keunggulan:

1. Tidak kisut apabila dicuci
2. Tidak luntur untuk bahan berwarna
3. Mudah disablon
4. Menyerap keringat.
5. Tidak berbulu

Katun Kombed (Combed Cotton)

Adalah jenis kain katun yang diproduksi dengan finishing disisir (combed) dengan tujuan agar serat-serat kapas halus dapat dipisahkan sehingga kain yang dihasilkan lebih halus dan tidak berbulu. Kain katun kombed tersedia dalam beberapa ukuran yaitu 20s, 24s, 30s,dan 40s. Angka 20, 24, 30, dan 40
mengacu pada tipe benang yang digunakan pada proses perajutan menjadi bahan kaos. Benang 20 biasanya digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara180 – 220 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal (single knit). Benang 24 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 170 – 210 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal (single knit).Benang 30 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 140 – 160 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal. Untuk jenis rajutan jarum ganda, bahan kain yang dihasilkan mencapai gramasi antara 210 – 230 gr/m2. Benang 40 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 110 –120 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal (single knit). Untuk jenis rajutan jarum ganda, bahan kain yang dihasilkan mencapai gramasi antara 180 – 200 gr/m2.

Huruf ‘s’ di belakang angka menunjukkan jenis rajutan yang diterapkan pada bahan kaos. ‘s’ adalah singkatan dari single knit atau rajutan jarum tunggal. Jenis rajutanini rapat, padat, kurang lentur. Sebagian besar bahan kaos katun yang beredar di pasaran menggunakan tipe rajutan jarum tunggal ini. Selain single knit, juga ada double knit atau rajutan jarum ganda, bahan dapat digunakan bolak-balik, kedua sisinya sama saja. Bahan kaos double knit ditandai dengan huruf ‘d’ di belakang angka. Jenis rajutannya tidak rapat, kenyal, dan lentur, sehingga cocok digunakan untuk pakaian bayi dan anak- anak.  Kaos yang biasanya digunakan untuk bahan sablon kaos distro, umumnya menggunakan bahan kain katun combed 20s dan 30s. Semakin kecil angka semakin tebal bahan kaos yang dimaksud. Kain katun kombed 20s lebih tebal dari pada 30s. Sehingga kain katun 30s lebih lemes dari pada kain katun 20s. Akan tetapi, tidak ada standar yang pasti di antara para produsen bahan katun, sehingga istilah 20s dari produsen kaos 1 bisa berbeda ketebalannya dengan bahan 20s dari produsen lainnya.

Katun Karded

Berbeda dengan kain katun kombed, kain katun karded tidak disisir pada proses finishing pembuatannya. Oleh karena itu masih terdapat serat-serat kapas halus yang tersisa.Tetapi meskipun begitu kain katun karded memiliki keunggulan harga yang lebih murah dibandingkan kain katun kombed. Pada kain katun karded hanya terdapat ukuran 20s.

Perbedaan antara kain katun kombed dan karded yang ada di pasaran adalah kain katun kombed lebih tipis dari pada kain katun karded.

Katun Spandex

Jenis kain spandex muncul sejak jaman perang dunia ke-II, saat itu para ilmuwan mengembangkan bahan alternatif pengganti karet seperti polyurethane dan nylon. Pada tahun1962 Dupont berhasil membuat jenis kain yang lebih ringan, elastis dan fleksibel yang diberi nama Lycrayang saat ini populer dengan nama Spandex.

Katun spandex adalah jenis kain katun yang terdiri dari campuran bahan kain katun atau kapas dengan polyurethane. Ciri-ciri kain spandex yang paling menonjol adalah sifatnya yang lebih elastis. Kain spandex biasanya lebih tipis tetapi lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan kain katun biasa. Semakin tinggi persentase spandex (polyurethane) maka pakaian jenis ini akan semakin ketat. Sehingga kain spandex ini cocok untuk pakaian olah raga seperti, pakaian renang, pakaian untuk olahraga sepeda dan kostum tari. Tidak jarang jenis kain spandex juga digunakan sebagai bahan pakaian dalam seperti kaos, bra, kaus kaki dan legging.

Keuntungan kaos dengan bahan spandex adalah dapat dipakai dalam berbagai situasi, terlebih untuk orang yang banyak bergerak. Karena kain kaos spandex nyaman dipakai meskipun kita aktif bergerak. Kebebasan dalam bergerak ini sering tidak didapati ketika kita memakai pakaian dari bahan denim atau kulit. Selain itu kaos spandex bisa lebih bisa mempertahankan bentuk aslinya sehingga lebih tahan lama dibandingkan kain lainnya.

Dengan berkembangnya dunia fashion maka penggunaan kain dari bahan spandex semakin meluas. Termasuk dalam dunia muslim fashion atau biasa sekarang disebut dengan para hijabers.info. Bahan katun memberikan kenyamanan bagi penggunanya karena sifatnya yang lembut dan dingin ketika dipakai. Perpaduan dengan spandex menghasilkan pakaian yang lebih kuat, elastis dan fleksibel. Hal ini membuat katun spandex sangat cocok untuk para Komunitas_Hijab yang disainnya dibuat lebih variatif dengan model yang beragam.

Dilihat dari ketahanan katun biasa tentu saja kurang tahan lama, dan kurang elastis. Sehingga dalam jangka waktu yang lama kain katun biasa akan melar. Sementara itu, kaos berbahan katun spandex akan lebih awet.

Kain Lacoste

Kain Lacoste adalah jenis bahan yang biasa digunakan untuk membuat kaos polo/ kerah/ wangki.

Kain Pique

Sama seperti kain Lacoste/ adidas, kain Pike juga biasa digunakan untuk membuat kaos polo/ kerah/ wangki. Sama seperti pada kain lacoste/ adidas untuk membuat kaos kerah tersebut biasanya digunakan kerah jadi. Kerah jadi adalah bahan kerah yang sudah jadi diproduksi oleh pabrik dan tinggal jahit.
Kerah bikin adalah kerah yang dibuat sendiri oleh tukang jahit dengan menggunakan bahan yang sama dengan bahan kaos (katun kombed dan karded) dengan menambahkan kain keras di dalamnya.

Kain PE

Kain PE (Poly Ester) adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun.Bahan dasarnya adalah benang polyester. Sama dengan katun, PE juga tersedia dalam bentuk bahan kaos oblong, lacoste/adidas, maupun pike.
Untuk kain kaos yang berbahan dasar PE bentuk dan teksturnya hampir mirip dengan kain kaos yang berbahan dasar katun (cotton). Cara mudah membedakannya adalah kain PE apabila dibakar maka baunya seperti plastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang.

Keunggulan

Murah.

Kelemahan: Pada beberapa jenis PE untuk bahan kaos, kain ini rawan kisut apa bila dicuci dan mudah luntur. Pada jenis PE untuk bahan sweater, biasanya suka berbulu sesudah beberapa kali dicuci.

Light weightwools

Dikepala Anda, kain wol mungkin langsung identik dengan bahan yang berat.Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat.

Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).

Akrilit

Bahan untuk membuat kemeja. Biasanya dikombinasikan dengan rompi berbahan light weight wools

Cashmere

Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.

Sheer

Biasa digunakan untuk tampilan elegan dan anggun. Pilih yang transparan dilengkapi dengan dalaman, Anda akan terlihat simple yet sexy.

Jersey

Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak dilihat.

Denim

Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang dan belel.

Linen

Kain cantik ini berkerut. Tapi jangan sampai kerutannya malahan menganggu penampilan Anda.

Lycra

Lycra biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainya, karena kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya.


UKURAN KAOS

   ukuran-kaos-

ukuran-kaos-teksrevisi